SDLC ( System Development Life Cycle )
SDLC berfungsi untuk menggambarkan tahapan-tahapan utama dalam setiap langkah-langkah yang secara garis besar terbagi dalam empat kegiatan utama. Disini contoh SDLC saya mengambil contoh pada peminjaman buku perpustakaan di suatu sekolah. Berikut kegiatan utamanya.
Setiap kegiatan dalam SDLC dapat dijelaskan melalui tujuan dan hasil kegiatannya.
Dalam tahapan analisis ini digunakan oleh analisis system untuk membuat keputusan apabila system pada saat ini sudah tidak dapat berjalan secara baik dan hasil yang didapat digunakan sebagai perbaikan system.
Contoh : Pada tahapan ini petugas perpustakaan membutuhkan suatu peralatan yang dapat membantu menjalankan system peminjaman buku tersebut. Pada perpustakaan ini yang dibutuhkan adalah kartu peminjam yang diperlukan untuk menyimpan informasi berupa tanggal peminjaman dan tanggal kapan akan dikembalikan.
Dalam tahapan ini mempunyai tujuan untuk mendesain system baru yang dapat menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi perpusatakaan tersebut.
Contoh : Disini perpustakaan dapat meyediakan alat yang berfungsi secara otomatis da interaktif yang tentunya dapat berguna bagi si peminjam dan petugas. Disini terdapat informasi berupa buku yang dipinjam ada atau tidak dan berada pada rak yang mana. Inputan : si petugas memasukkan judul buku yang dicari. Output : si penyewa mendapat informasi tentang buku yang akan dia pinjam.
Dalam tahapan ini implementasi mempunyai beberapa tujuan yaitu untuk melakukan kegiatan yang spesifik, mengimplemtasikan system yang baru, dan menjamin bahwa system ini dapat berjalan secara optimal.
Contoh : disini sekolah tersebut harus ada penentuan bahasa pemograman atau aplikasi ap yang dapat menunjang kegiatan penyewaan tersebut. Hardware misalnya menyediakan PC yang mana petugas dapat menginput segala macam informasi yang dibutuhkan bagi petugas dan data yang diambil dapat dimasukkan ke dalam komputer dan dimasukkan ke dalam database peminjam.
Contoh : disini petugas perpustakaan melakukan pengecekan terhadap hardware yang digunakan, apakan masih berjalan dengan optimal. Pengecekan dapat dilakukan dengan seperlunya agar semua dapat berjalan dengan baik jadi bila terjadi keadaan yang tidak baik atau kesalahan yang secara tidak sengaja tidak berlangsung dan kegiatan dapat berjalan kembali normal.
Apa itu SDLC?
SDLC didefinisikan oleh Departemen Kehakiman AS sebagai sebuah proses pengembangan software yang digunakan oleh systems analyst, untuk mengembangkan sebuah sistem informasi. SDLC mencakup kebutuhan(requirement), validasi, pelatihan, kepemilikan (user ownership) sebuah sistem informasi yang diperoleh melalui investigasi, analisis, desain, implementasi, dan perawatan software. Software yang dikembangkan berdasarkan SDLC akan meng hasilkansistem dengan kualitas yang tinggi, memenuhi harapan penggunanya, tepat dalam waktu dan biaya, bekerja dengan efektif dan efisien dalam infrastruktur teknologi informasi yang ada atau yang direncanakan, serta murah dalam perawatan dan pengembangan lebih lanjut. SDLC merupakan pendekatan sistematis untuk memecah kan masalah yang terdiri dari beberapa tahapan. Tiap-tiap tahapan dapat terdiri daribeberapa langkah berikut:
· Konsep software – mengidentifikasi dan mendefinisikan kebutuhan akan sebuah sistem baru.
· Analisis kebutuhan – menganalisis kebutuhan informasi dari pengguna akhir sebuah sistem.
· Desain arsitektural – membuat blueprint desain berdasarkan spesifikasi utama, seperti hardware, software,pengguna, dan sumber data.
· Coding dan debugging – membuat dan memprogram sistem.
· Pengujian sistem – mengevaluasi fungsionalitas sistem aktual, dalam hubungannya dengan fungsionalitas yang diharapkan.
Langkah-langkah dalam SDLC
Tidak ada langkah baku dalam SDLC, tapi ketujuh langkah di bawah merupakan life cycle yang paling sering digunakan oleh para software developer profesional.
1) Studi kelayakan.
Dilakukan oleh software developer dengan mempelajari konsep sistem yang diinginkan oleh pihak manajemen,apakah sistem baru tersebut realistis dalam masalah pembiayaan, waktu, serta perbedaan dengan sistem yang ada sekarang. Biasanya, dalam tahap ini diputuskan untuk meng-update sistem yang ada, atau menggantinya dengan yang baru.
2) Analisis.
Pengguna dan software deve loper bekerjasama mengumpulkan, mempelajari, dan merumuskan kebutuhan-kebutuhan bisnis.
3) Desain.
Pada langkah ini dilakukan pembuatan blueprint sistem. Di dalamnya termasuk penyesuaian dengan arsitekturtelekomunikasi, hardware, dan software untuk pengembangan lebih lanjut, serta membuat model sistemmenciptakan model graphical user interface (GUI), database, dan lainlain.
4) Pengembangan.
Di sini, barulah para programmer melakukan coding untuk menerapkan desain kedalam sistem yang sesungguhnya, membuat program, dan menyiapkan database.
5) Pengujian.
Setelah sistem berhasil dikembangkan, langkah selanjutnya adalah pengujian untuk melihat apakah sistem telah sesuai dengan harapan dan kebutuhan pengguna. Dalam tahap ini, juga dilakukan debugging dan penyesuaian-penyesuaian akhir.
6) Implementasi.
Pada tahap ini, software yang telah diuji siap diimplementasikan kedalam sistem pengguna. Pembuatan user guide dan pelatihan juga dilakukan dalam tahap ini.
7) Perawatan.
Perawatan dimaksudkan agar sistem yang telah diimplemantasikan dapat mengikuti perkembangan dan perubahanapapun, yang terjadi guna meraih tujuan penggunaannya. Help desk untuk membantu pengguna, serta perubahan yang dianggap penting dapat dilakukan terhadap sistem dalam tahap ini. Jika memperhatikan langkah-langkah di atas, coding dan debugging yang selama ini menjadi pekerjaan utama software developer, hanyalah dua dari tujuh tahapan dalam SDLC. Di luar kedua langkah tersebut, SDLC lebih banyak berkutat pada urusan manajemen (non-teknis), yang mungkin kurang mendapat perhatian dari pada software developer.
sumber : fitri nur laelasari
